Sudah agak lama saya tidak menulis pada media hati. Kesibukan dan rutinitas aktivitas mencari nafkah membatasi untuk menulis, namun kali ini dapat disempatkan juga.
Hampir satu tahun berlalu, yakni tahun 2010 disuatu masa pada abad ke 20. Indonesia, suasana dan problematikanya tidak berubah menjadi lebih baik. Dalah ekonomi, sosial, budaya dan kemasyarakatan semakin mendekati kesenjangan dari kesejahteraan. Bagian yang paling sulit dari kehidupan adalah bagaimana mencapai sejahtera. Relatif dan tidak absolut, hanya saja sebahagian besar memahami bahwa kesejahteraan adalah kehidupan yang layak. Memiliki segala sesuatu yang bersifat primer dan mendapat hal yang sekunder secara ekonomi, bisa pasti dikatakan sejahtera. Benarkah demikian..?
Berbagai peristiwa ekonomi makro yang membuat patah semangat dan koneksitasnya bagi kesejahteraan terasa hampir mengancam untuk mendapatkannya. Berbagai persoalan yang dipertontonkan pada tahun 2010 membuat rakyat dan masyarakat merasa pesimis akan kesejahteraan yang didengungkan bakal tercapai pada negara ini. Penjualan aset-2 negara yang lebih menguntungkan bagi kesejahteraan masyarakat bila dikelola sendiri, ditenggarai malah dinikmati oleh "yang berkepentingan" saja, perampokan "harta negara" yang juga ditenggarai dilakukan oleh oknum "yang berkepentingan" mewarnai tahun 2010.
Tak kurang pesimisnya tahun 2010, alam juga ikut memainkan perananya untuk memberikan kuasanya, topan, badai, tsunami, gunung meletus, longsor, banjir seakan tak mau ketinggalan untuk mewarnai tahun 2010.
Banyak hal yang terjadi pada 2010, semuanya tidak membuat masyarakat lebih baik, malahan tekanan yang semakin kuat....
2011 menjelang, harapan baru untuk memulai segala sesuatu menjadi lebih baik menjadi resolusi bagi semua orang.
2011, apa khabar?
-pHg-
In : Media Hati
Tags:
2011
tahun baru
harapan
asa
media hati